Puisi: Tentang Sebuah Detak dan Detik





Puisi: Tentang Sebuah Detak dan Detik

Sibak semakin berdecak
ingin segera berucap
tentang sebuah detak


Sadar, sabar

Sampai di lorong
antara deras ruang kosong

:"Aman?"
"Siap"

"Kau punya jam?"
"Ndak. Hehe"

"Ini, samian pakek"
"Lha Samian?"

"Sudah, gampang"
"Siap"

Dan hela nafas terguling
bersamaan dengan kepala yang pening

- Bagiku, segalaku, untukmu -

27  Nov 2018

Komentar