Puisi: Pesananmu


Puisi: Pesananmu

Ada masa
dimana kita saling merasa
bahwa kita serasa
jatuh dalam mesra

Andaikan duga
menduga duka
terluka untuk bahagia

Bahkan pada senyap
dengan rindu tersingkap
lengkap
dengan senyum kerap

Ada juga asa
yang nyaris binasa
tentang rasa
yang terhela resah

Andaikan ukur
mengukur atur
tersungkur demi akur

Bahkan pada hujan
dengan bui jalanan
rentan
dengan peluh heran

Lalu aku bertanya,
"Bagaimana menurutmu?"

Den entah, apapun itu jawabmu.

Lalu, seberapa cintaku,
adalah melihatmu dibahagiakan
dan bahagia dengan sendirinya.

27 Nov 2018


*Untuk ;kamu yang minta dibuatkan puisi beberapa hari lalu. Puisi ini teramat sederhana. Singkap makna dalam kata-kata berantakan ini sangat mudah diungkit. 

Aku hanya minta maaf, jika apa yang aku fahami tidak sama dengan artianmu, lalu membuatmu terluka. Sungguh, sebaik temanku dari kaum hawa adalah dirimu. 
Tak pernah menuntut, faham dengan lakuku yang seok ini, tenang dengan ketidak berdayaanku dalam banyak hal. Termasuk lempar kabar yang tak bisa rutin setiap detik, mungkin cuma beberapa minggu sekali.

"Kau beda. Tidak seperti 'milik' teman2ku"

Dan pilin terimakasihku, kau telah membangkitkan daya puisiku. Membuatku serasa lebih lengkap dari sebelumnya, yang sempat akan  kehabisan kata-kata. 

Kau samudra inspira. Bagiku, bahagiamu adalah jiwa kata-kata.

Komentar